Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5



1.    Sumber Daya Alam yang Tidak Akan Habis
Sumber daya alam yang tidak akan habis merupakan sumber daya alam yang  jika kita manfaatkan sebesar-besarnya sumber daya alam ini tidak akan habis dan akan terus ada. Sumber daya alam yang tidak akan habis ini dikelompokkan menjadi:
a.    Sumber daya alam yang dapat diubah, misalnya tenaga angin,  pasang surut, tenaga atom, curah hujan.
b.    Sumber daya alam yang dapat salah guna, misalnya matahari, atmosfir, perairan, dan daur air.

2.    Sumber Daya Alam yang Dapat Habis
Dikelompokkan menjadi:
a.     Sumber daya alam yang dapat dipertahankan, yaitu:
Ø Sumber daya alam yang dapat diperbaharui, yaitu sumber daya alam hayati, fauna dan flora.
Ø Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui, misalnya satwa liar, ekosistem alami.
b.    Sumber daya alam yang tidak dapat dipertahankan, yaitu:
Ø Sumber daya alam yang dapat digunakan lagi melalui daur ulang, misalnya metal, permata.
Ø Sumber daya alam tidak dapat dipergunakan lagi, misalnya minyak bumi, gas bumi, timah, batu bara.
Berdasarkan sifatnya, sumber daya alam dapat dikelompokan dalam kelompok sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan kelompok sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui.
1.    Sumber daya alam yang dapat diperbaharui (renewable resources)
Sumber daya alam yang dapat diperbaharui disebut juga sumber daya alam non konvensional, yaitu sumber daya alam hayati (flora dan fauna), misalnya hutan, pertanian, perkebunan, peternakan.

a.     Hutan
Hutan adalah sumber daya alam hayati, didalamnya terdapat berbagai jenis flora dan fauna. Luas hutan di Indonesia sekitar 75% dari luasnya daratan Indonesia, 25% daratan lainnya adalah yang dihuni atau tempat manusianya, disebut juga lingkungan hidup hunian manusia, atau technosystem. Ikan, udang, kerang, dan lainnya, sebagai biota laut, juga merupakan sumber daya alam yang tidak dapat habis bila dikelola secara terkendali dan seimbang.
Sumber daya alam akan bermakna jika manusia memiliki kemampuan untuk memanfaatkannya. Sumber daya alam yang dapat diperbarui, diusahakan kembali keberadaanya, dikelola dengan cermat dan terkendali, sehingga dapat dimanfaatkan dengan baik secara terus menerus.
Hutan di Indonesia ditumbuhi oleh berbagai jenis tumbuhan. Bedasarkan jenis tumbuhannya, maka hutan dibagi menjadi dua jenis yaitu:
1)   Hutan homogen, yang terdiri dari tumbuhan sejenis, misalnya, hutan  jati, hutan pinus dll
2)   Hutan heterogen, yang terdiri dari berbagai jenis tumbuhan.
Hutan di Indonesia dapat dikelompokkan menjadi :
1.    Hutan Produksi tetap 33,9 juta ha (17,6%)
2.    Hutan Konservasi 30,5 juta ha (15,5%)
3.    Penggunaan Lahan lain 49,0 juta ha (25,4%)
4.    Hutan Lindung 30,3 juta ha (15,1%)
5.    Hutan Wisata-suaka 18,8 juta ha (9,7%)
6.    Hutan produksi terbatas 30,5 juta ha (16,1%)


Upaya menjaga dan mengembangkan keaneka ragaman sumber daya hayati, Indonesia menetapkan kawasan konservasi yang terdiri dari cagar alam, suaka marga satwa, taman wisata, taman laut dan taman nasional, yang berkaitan dengan fungsi hutan sebagai sumber plasma nutfah (henetic resource storehouse). Plasma nutfah adalah sumber utara peningkatan rekayasa dan pemuliaan budidaya dalam bidang perkebunan, pertanian, peternakan, perikanan, kesehatan dll.
Kawasan konservasi di Indonesia ialah, Taman Nasional Gunung Leuser, Bukit Barisan Kerinci Seblat, Ujung kulon, Gunung Gede-Pangrango, Bali Barat, Baluran, Pulau Komodo, Bogani Nani Wartabone, Lore Lindu, Manusela, Membrano. Sarana Wisata Alam yang dikembangkan di Jawa Barat, ialah Taman Hutan Alam Raya Ir. H. Juanda, Dr.M.Hatta di Sumatera Barat dan Bukit Barisan di Sumatera Utara. Keaneka ragaman hayati tidak dapat dengan mutlak diperhitungkan secara analisi untung-rugi (Cost-benefit_analysis ; Ribes 1978 ; Rendal 1991 ), sebagaimana Ehrlich (1992) bahwa makna keaneka ragaman hayati adalah :
1)   Kewajiban manusia sebagai penjara (stewardship) dibumi dan persoalan etika bagi manusia
2)   Merupakan masalah estetika, yaitu menikmati keindahan, keagungan dan amenitas (social and cultural values), misalnya ekoturisme, pertamanan, pekarangan, perfilman, pemotretan.
3)   Manfaat yang diperoleh manusia secara langsung, misalnya sumber pangan, papan, sandang, perobatan, dan seterusnya.
4)   Merupakan sumber dukungan gratis, efektif dan efisien untuk menciptakan proses keseimbangan sendiri, kelentingan, penyediaan O, penyerapan CO dan gas-gas lainnya, dasar hidrologi dan angin.

a.    Pertanian
     Pertanian merupakan mata pencaharian sebagai besar rakyat Indonesia. Hasil pertanian antara lain : padi, jagung, sayur-sayuran, bawang, jeruk, apel, mangga dll.

b.    Perkebunan
Di Indonesia terdapat perkebunan kopi, teh, kelapa sawit, karet, coklat, tebu, kina, dll. Hasil perkebunan ini ada yang dimanfaatkan untuk kebutuhan dalam negeri dan diekspor ke luar negeri.

c.     Peternakan
Hewan atau fauna dapat berupa hewan liar dan hewan dibudidayakan. Hewan yang termaksud sumber daya alam satwa liar adalah hewan yang hidup liar dihutan, padang ilalang, tanah perkebunan, laut, danau, dan sebagainya.
Sumber daya alam hayati (hewan) dibudidayakan dalam bentuk peternakan dan perikanan, menyediakan kebutuhan hewan untuk kebutuhan manusia.
Hasil budidaya peternakan, misalnya sapi, kerbau, kambing, domba, ayam, bebek, kelinci, telur puyuh, ulat sutra, lebah dll. Hewan dapat digolongkan menjadi ; sumber bahan pangan (ayam, sapi, kerbau, mujair); sumber bahan sandang (sutra, wool, kulit) ; sumber bahan obat (madu, lebah, dll) ; dan hewan piaraan (jenis unggas, kucing, anjing, ikan hias, dll). Hasil budidaya perikanan misalnya, ikan mas, gurame, mujair, lele, patin, dan sebagainya.

1.    Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui
Sumber daya alam yang dapat habis dan tidak dapat diperbaharui (non renewable resources) disebut juga sumber daya alam konvensional.

a.     Minyak bumi
            Minyak bumi berasal dari hewan dan jasad renik yang mati berjuta-juta tahun yang lalu. Minyak bumi dipakai sebagai bahan dasar untuk energi (misalnya BBM) dan industri kimia (misalnya plastik). Tingkat konsumsi minyak bumi di Indonesia setiap tahun meningkat, apabila tidak dapat ditemukan sumber-sumber baru, dimungkinkan akan habis pada tahun 2020.

b.    Gas alam
            Selain untuk penggunaan dalam negeri, juga dieksport ke beberapa negara. Tersedianya gas alam di Indonesia masih cukup besar. Daerah penghasil gas alam ialah Aceh, Natuna, Bontang, dan Sulawesi Selatan.

c.     Batu Bara
            Terbentuk dari tumbuhan yang mati berjuta-juta tahun lalu. Penggunaan batu bara sebagai bahan bakar untuk Industri dan rumah tangga.

d.    Mineral
     Biji besi, timah, emas, perak dan bauksit.

2.    Sumber daya alam yang dapat didaur ulang
a.    Sumber daya air
Air merupakan sumber daya alam yang sangat erat kaitannya dengan kehidupan manusia, demikian pula dengan makhluk hidup lainnya. Kebutuhan air untuk kehidupan manusia, rumah tangga, pertanian, industri, meningkat sesuai dengan pertambahan penduduk, sehingga manusia mencari sumber air di dalam tanah.
Air limbah industri, hotel, apartemen, rumah tangga dan lain-lain, diolah kembali menjadi air baku sesuai standar yang berlaku, untuk memenuhi kebutuhan air.
Air yang ada di bumi dapat dibagi kedalam beberapa jenis, yakni : laut, es di kutub, air tanah, danau, mata air, air sungai, uap air di udara.

b.    Sumber daya udara
Merupakan sumber oksigen yang sangat penting bagi makhluk hidup. Oksigen diperoleh dari hasil fotosintesis tumbuhan berklorofil.
Lapisan udara yang menyelimuti bumi :
1)        Troposfir
Mencapai ketinggian 16-19 km dari garis khatulistiwa, 8-9 km di kutub. Pada lapisan ini bumi mengalami stabilitas isotermis, rata-rata 13 derajat celcius.
2)        Stratosfir
Lapisan udara diatas troposfir hingga ketinggian 50 km. Pada lapisan ini lapisan ozon yang melindungi kehidupan di bumi dari sinar ultra violet yang berasal dari mtahari.
3)        Mesosfir
Mencapai ketinggian 80 km, dan suhu turun dengan cepat sesuai naiknya ketinggian.
4)        Termosfir
Lapisan udara pada ketinggian di atas 80 km. Pada lapisan ini, suhu turun dengan cepat sesuai naiknya ketinggian.

3.    Sumber daya energi
Untuk mengatasi menipisnya sumber daya alam konvensional, dilakukan usaha mendapatkan sumber daya alam baru, atau melakukan pemanfaatan sumber daya alam non konvensional secara maksimum. Sumber daya alam non konvensional yang dikembangkan, adalah sumber daya energi :
a.    Matahari
Energi matahari dikembangkan sebagai energi alternatif yang tidak akan habis dan tidak mencemari udara.
Dilihat dari penggunaannya, dikelompokkan menjadi :
1)      Energi matahari langsung, yang secara langsung dipakai untuk memanaskan air, foto sel menghasilkan listrik.
2)      Energi matahari tidak langsung, disimpan pada biomassa (tanaman dan hewan), atau pada limbah bio massa langsung atau tidak langsung, seperti limbah tanaman atau kertas. Energi matahari tidak langsung dapat memengaruhi terjadinya angin, badai gelombang laut, perbedaan suhu, perbedaan kandungan garam, dan lain-lain.

b.      Panas bumi
Disebut juga energi geotermal. Energi ini dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan turbin pembangkit listrik. Energi ini berasal dari magma dan geyser.

c.         Angin
Udara yang bergerak dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah, terjadi karena perbedaan daya serap pada permukaan bumi. Energi angin digunakan untuk menggerakkan turbin pembangkit listrik, kincir angin untuk mengiling gandum (di Belanda), untuk daya dorong kapal-kapal  layar, kincir angin untuk menggerakkan pompa air, dan lain-lainnya.

d.        Pasang surut
Pasang surut tenaga ditimbulkan oleh daya tarik menarik bumi dan bulan. Energi pasang surut didapat dengan membuat bendungan di pantai dengan pintu-pintu khusus yang dipasang turbin. Ketika air pasang atau surut, turbin pembangkit listrik akan berputar, memutar generator menghasilkan listrik.

e.       Bio massa
Biomasa adalah sampah oragnik, sisa dari tanaman, produk pertanian, yang dapat dipakai sebagai  sebagai bahan bakar yang menghasilkan energy, disebut energi bio massa. Panas yang ditimbulkan dipakai untuk memanaskan air, uap yang terjadi digunakan untuk memutar turbin penggerak generator listrik. Contohnya, akasia, angsana, dan lainnya.

f.       Bio gas
Biogas adalah gas yang diperoleh dari sisa-sia jasad hidup yang diuraikan oleh bakteri pengurai melalui proses pembusukan. Sisa-sisa jasad hidup berasal dari sampah pertanian seperti, batang jagung, ampas kelapa, jerami, eceng gondok, dan lain-lainnya, yang cincang untuk mempercepat pembusukan. Bakteri pengurai berasal dari kotoran kerbau, sapi, atau kuda. Kedua bahan dan air, dicampurkan dan diaduk, ditempatkan pada wadah tertutup untuk mengurangi oksigen dan berjalan anaerob.
Gas yang dihasilkan berbentuk methan (CH4) dan mudah terbakar. Gas lain yang terbentuk ialah karbon dioksidan dan karbon monoksida bersifat racun dan mudah terbakar, hidrogen sulfida dapat terbakar dan berbau busuk, nitrogen tidak berbahaya dan tidak terbakar. Dengan mengalirkan gas melalui air yang diberi sedikit  air kapur, akan menghasilkan gas karbon monoksida, bau, dan menaikkan mutu gas, selanjutnya, gas ditampung dalam tangki, dipergunakan untuk keperluan memasak.
 



About LUTFIYATUL ULLA

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

2 komentar:


Top