Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

a.       Penangkapan ikan dengan tanpa melukai
Berbagai metode yang dapat digunakan dalam memanen rumput laut dan tumbuhan air lainnya dengan alat yang beraneka ragam bentuknya. Mengangkat biota laut berbadan lembut dan lembek ( sponge, sea urchin, sea cucumber, mussel, snail ) memerlukan alat yang mampu menggemgam, memilih, menjepit, dan menggaruk.
1.      Memanfaatkan alat pengunci, pemilin (wrenching gear)
Alat yang digunakan untuk memilin, melilit rumputan laut yang berjumlah banyak. alat ini dioperasikan dari atas (permukaan) dengan memutarnya pada gerombolan rumputan laut, dan rumputan laut akan tersangkut atau terbelit pada alat. untuk melepasnya menggunakan pisau. Panjang tangkal alat ini 5-6 meter, umumnya terbuat dari batangan bamboo kayu.
2.      Menangkap Ikan dengan tangan
Menangkap ikan dengan tangan dapat dilakukan pada perairan dangkal seperti di sungai kecil. Pengertian menangkap ikan dengan tangan menjadi meluas dalam istilah memancing yaitu tanpa menggunakan tongkat pancing tetapi tetap menggunakan rol pancing dan senar atau biasa disebut mincing tangan. Pada perairan laut mengumpulkan kerang dengan menggunakan tangan dapat dilakukan dengan cara menyelam.

b.      Penagkapa dengan alat yang melukai
Tujuannya untuk menjepit atau melukai objek
1.      Tombak
Menagkap ikan dengan cara menombak lebih muda dari pada dengan tangan dan cara ini sudah digunakan sejak lama oleh manusia. Ujung tombak dibuat sedemikian rupa seperi pada mata kail agar ikan yang tertangkap tidak dapat lepas dari mata tombak. Tombak yang dipakai dapat bermacam-macam bentuk, dari yang empuyai gagang pendek hingga yang panjang dan biasanya bercabang tiga diujungnya (semacam trisula), atau dapat pula hanya bermata satu. Alat penangkap ini terdiri dari batang (kayu, bambu) dengan ujungnya berkait balik (mata tombak) dan tali penarik yang diikatkan pada mata tombak. tali penariknya nelayan kemudian setelah tombak mengenai sasaran tali tersebut ditarik untuk mengambil hasil tangkapan. Menangkap ikan dengam cara ini diharuskan menggunakan perahu denga cara mengejar ikan yang sedag berburu. Alat ini bukan penggunaanya tidak saja pada perikanan skala kecil tapi sudah banyak yang berskla besar terutama pada penangkapan ikan laut. Kecenderungan alat tangkap yang relative sederhana ini tidak destruktif dan sangat selektif karena ditujukan untuk menangkap suatu spesies. tetapi alat ini dapat merusak habitat bila disalah gunakan.
2.      Fish plummets
Apabila tombak hanya mampu digunakan pada perairan yang sangat dangkal, maka untuk menangkap ikan di perairan yang lebih dalam lagi menggunakan fish plummets. Metode yang digunakan sama dengan metode menombak bedanya tangkai tombak diganti dengan seutas tali dengan panjang disesuaikan dengan kedalaman perairan. (Biasanya digunakan untuk menagkap ketimun laut).

c.       Penagkapan dengan jalan memabukkan atau pembiusan
1.      Cara mekanik, dinamit dan bom plastic
Peledakan kadang mengunakan dinamit atau bahanpeledak lainnya. Cra ini dilarang karena tidak ramah lingkungan, merusak kelestarian alam, juga dapat mnyebabkan hancurnya terumbu karang dan habitat ikan.
Penggunaan ledakan ini tidak melukai ikan, kecuali yang terkena ledakan langsung tapi meledakkan kantong udaranya. Hasilnya ikan akan pingsan sementara kemudian tenggelam kedasar laut dan bila tidak tertangkap ikan akan sadar dan melarikan diri dengan luka dalam, dan akan mati beberapa waktu kemudian.
2.      Cara kimiawi, potas, rotenone
Teknik ini dilarang dan dapat menyebabkan hacurnya terumbu karang karena rancu tersebut. Biasanya menggunakan berbasco, sianida atau potassium dengan tujuan membuat ikan menjadi lemas namun banyak juga yang mati. Pengaruh potas dalam kerusakan terumbu karang: Dalam air laut, potas dapat terurai menjadi sodium dan ion potassium. pada manusia, potas dapat menghentikan transportasi haemoglobin, begitu pula pada ikan. Bila air disekitar ikan tercemar oleh potas, maka suplei oksigen pada ikan semakin berurang dan menebabkan ikan tersebut pingsan.
3.      Cara elektrik, pada ikan air tawar
Meyetrum lebih efektif dilakukan diperairan air tawar seperti sungai, tambak atau kolam. Biasanya menggunakan tongkat yang pada ujungnya di sambung kea lat penghasil listrik seperti baterai, aki mobil atau generator listrik. Teknik ini juga tidak diperbolehkan terutama untuk penangkapan ikanlaut karena dapat berpengaruh dan merusak terumbu karang.

d.        Penagkapan ikan denga cara pancing menggunakan umpan
Pada saat ini cara menangkap ikan paling favorit dan praktis serta dapat dilakukan secara sendirian ialah dengan menggunakan tali pancing yang disebut juga senar. Pda ujung senar dipasang satu atau lebih mata kail yang mana setiap mata kail diberi umpan hidup atau umpan tiruan. Menagkap ikan dengan cara ini dapat dilakukan di pinggir sungai, danau, tepi laut atau bahkan ditengah laut dengan menggunakan perahu. Pancing adalah salah satu alat penangkap yang terdiri dari dua komponen utama, yaitu: tali (line), dan mata pancing (hook). Jumlah mata pancing berbeda – beda, yaitu mata pancing tunggal, ganda, bahkan sampai ribuan.  Prinsip alat tangkap ini merangsang ikan dengan umpan alam atau buata yang dikaitkan pada mata pancingnya. Namun, sesuai dengan jenisnya daapat dilengkapi pula komponen lain seperti : tangkai (pole), pemberat (sinker), pelampung (float), dan kili – kili (swivel). Cara pengoerasiannya bisa dipasang menetap pada suatu perairan, ditarik dari belakang perahu atau kapal yang sedang dalam keadaan berjalan, dihanyutkan, maupun langsung diulur dengan tangan. Alat ini cenderung tidak destruktif dan sangat selektif. Pancing dibedakan atas rawa tuna, rawai hanyut, rawai tetap, pancing tonda, dan lain – lain.
1)      Rawai Tuna (tuna longline)
Rawa tuna atau tuna longline adalah alat penangkap tuna yang paling efektif. Rawai tuna merupakan sejulah pancing yang dioperasikan sekaligus. satu tuna longline biasanya mengoperasikan 1.000 – 2.000 mata pancing untuk sekali turun.
2)      Huhate (pole and line)
Huhate khusus untuk menangkap cakalang. Tak heran jika alat ini sering disebut “Pancing cakalang” . Huhate dioperasikan sepanjang siang hari pada saat gerombolan ikan disekitar kapal. Alat tangkap ini bersifat aktif. kapal akan mengejar gerombolan ikan. Setelah gerombolan ikan berada disekitar kapal, lalu diadakan pemancingan.
3)      Pancing Tonda (Trolling line)
adalan pancing yang diberi tali panjang yang ditarik oleh perahu atau kapal. Pancing di beri umpan ikan segar atau ikan palsu. Karena danya tarikan maka umpan akan bergerak didalam air sehingga akan merangsang ikan buas untuk menyambarnya. Pengoperasiaan pancing tonda memerlukan perahu/kapal yang selalu bergerak didepan gerombolan ikan yang akan ditangkap. Biasanya pancing ditarik dengan kecepatan 2-6 knot tergantung dari jenisnya.
4)      Pancing tangan
Menangkap ika dengan tangan dapat dilakukan pada perairan dangkal seperti disungai kecil. Pengertian menangkap ikan dengan tangan menjadi meluas dalam istilah memancing yaitu tanpa menggunakan tongkat pancing (joran) tetapi tetap menggunakan rol pancing dan senar atau biasanya disebut mincing tangan.
5)      Pancing tetap (bottom long line atau set long line )
Pancing dipasang didasar perairan serta tetap dalam jangka waktu tertentu yang biasanya digunakan untuk menangkap ikan demarsal yang dilengkapi dengan pemberat atau jangkar.
6)      Pancing hanyut (dript long line )
Dioperasikan secara hanyut biasanyadigunakan untuk menangkap ikan – ikan pelagis.

e.       Penagkapan dengan perangkap.
Pengertian Perangkap (trap) dalam penangkapan ikan adalah dimana ikan yang diinginkan memasuki, mendekati ruang penangkapan (catching chambers) atau alat penangkap (catching gear) sehingga ikan sulit atau tidak dapat lolos sama sekali. Ikan masuk kedalam perangkap dengan cara tidak sengaja atau dengan kemauan sendiri (voluntary), mungkin sedang mencari tempat berlindung, terpikat oleh adanya umpan, ditakuti – takuti, atau sengaja digiring oleh suatu alat atau manusia.

f.       Penagkap dengan jaring
Dilakukan dengan cara menyerk dengan jaring atau menebar jala yang kemudian diangkat atau dengan memasang jala dengan cara ditunggu selama beberapa waktu tertentu lalu kemudian jala baru diangkat. Atau bisa juga jala diturunkan ke laut dengan perahu dan berjalan perlahan membentuk suatu lingkaran.
Cara ini dapat digunakan di air tawar ataupun laut. Dan biasanya dilakukan pada malam hari dengan menggunakan alat penerangann untuk menarik hewan – hewan tersebut. Jala yang digunakan diletakkan pada bangunan bambu.
1.      Penagapan ikan dengan jaring angkat.
2.      Penagkapan ika dengan jaring berjala yang lebar.
3.      Penangkapan ikan dengan alat seret.
4.      Penangkapan ikan dengan jaring lingkar
5.      Penangkapan ikan dengan penggiringan.
6.      Penangkapan ikan dengan alat ditebarkan.
7.      Penangkapan dengan jaring insang.

8.      Penagkapan ikan dengan Mesin permanen ( Harvesting Machine)

Artikel terkait : TEKNOLOGI KELAUTAN LOKAL

About Faisal Respatiadi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment


Top