Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Pengelolaan sumber daya alam haruslah dengan cermat dan hati-hati. Konsep pengelolaan sumber daya alam secara umum, diorientasikan pada hubungan yang saling terkait dan seimbang antara kebutuhan hidup manusia dan sumber daya alam, sehingga kelestarian kualitas lingkungan, kelestarian hasil dan pemanfaatan sumber daya alam, tetap terjamin.
Pengelolaan sumber daya alam hutan yang berhasil, bukan berarti melarang penduduk menebang pohon di hutan, tetapi mempertahankan wujud dan melestarikan hutan itu sendiri.
Pada dasarnya sumber daya alam bersifat serba guna, sehingga pemanfaatannya tidak terbatas pada satu hal saja. Dengan demikian diperlukan pengaturan pengelolaan dan pelestarian untuk saat ini dan masa mendatang, yang dapat menentukan pemanfaatan sumber daya alam yang terbaik. Misalnya sungai, sebagai alur transportasi air, tempat untuk pembangkit listrik, sumber air minum masyarakat perkotaan.
Pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam, haruslah terjalin hubungan yang harmonis antara sumber daya alam denga kebutuhan manusia, sehingga menghindari terjadinya konflik kepentingan antara kelompok masyarakat pengguna. Manusia tidak dapat menggunakan sumber daya alam tanpa mempengaruhi sumber daya alam lainnya, sehingga diperlukan pendekatan interdisiplin untuk mengatur dan menganalisis penggunaan sumber daya alam itu.
Sumber daya alam konvensional maupun sumber daya alam non konvensional untuk kebutuhan hidup manusia, akan habis terpakai jika tidak dikelola dengan baik. Sumber daya alam non konvensional dapat diperbaharui melalui kegiatan regenerasi yang dilakukan terus menerus. Misalnya, petani dan peternak, pemakaian bahan bakar bensin pada kendaraan bermotor, diganti dengan gas alam cair.

Beberapa konsep atau prinsip yang harus diperhatikan dalam pengelolaan sumber daya alam hayati :
1.      Prinsip daya toleransi
Sumber daya alam hayati yang terdapat di alam sangat banyak jenisnya. Setiap jenis di batasi oleh daya toleransi terhadap faktor lingkungannya, baik secara geografis, maupun ekologis. Apabila faktor lingkungan yang ekstrim belum terlampaui di harapkan sumber daya alam hayati dapat di perbaharui atau memperbaharui diri. Namun dapat terjadi berbagai faktor lingkungan yang di lakukan manusia melampaui daya toleransi sumber daya alam, mengakibatkan produksi menurun, bahkan mungkin akan punah. Selanjutnya sangat penting melakukan monitor terhadap faktor lingkungan, agar pengelolaan sumber daya alam hayati terkendali dalam baik.

2.      Prinsip in optimum
Sumber daya alam hayati dengan berbagai jenis yang ada menunjukkan tidak ada satu jenis sumber daya alam hayati manapun yang dapat berkembang dalam suatu lingkungan yang optimum bagi semua faktor lingkungan yag mempengaruhinya. Manusia cenderung mengubah lingkungan hidup suatu sumber daya alam hayati kea rah optimasi suatu faktor lingkungan tertentu guna memenuhi kebutuhan jangka pendek, tanpa mempertimbangkan akibat buruk jangka panjang.
Sumber daya alam hayati yag terdapat dalam suatu lingkungan hidup tertentu dimana manusia hidup, tidak selalu dapat memenuhi kebutuhan mereka. Dengan demikian, mereka mengambil berbagai sumber daya alam hayati dari lingkungan lainnya, yang berpengaruh pada penyebaran berbagai materi, termasuk sampah.

3.      Prinsip faktor pengontrol
Sumber daya alam hayati dapat membedakan pengaruh berbagai faktor lingkungan, tetapiu seringkali terdapat suatu faktor di lingkungan tertentu yang memiliki daya pengontrol. Faktor pengontrol ini bekerja, baik melalui ukurannya yang terlalu sedikit, maupun terlalu banyak, memberikan kesan dapat menentukan dinamika populasi dari suatu jenis sumber daya alam hayati. Pencemaran udara, penggunaan pupuk, dan pestisida, dapat menjadi faktor pengontrol terhadap populasi tanaman pertanian. Pengaruh faktor pengontrol dapat menyebabkan ancaman perusakan lingkungan (ekokatasroli) pada lingkungan hidup manusia.

4.      Prinsip ketanpabalikan
Pada umumnya sumber daya alam hayati dapat memperbaharui diri, tetapi beberapa sumber daya alam hayati tidak dapat memperbaharui diri karena proses fisis dan 
biologis pada suatu ekosistem yang sudah tidak dapat berlangsung, yang mengakibatkan kerusakan atau punahnya sumber daya alam itu.

5.      Prinsip pembudidayaan

Mausia telah membudidayakan sumber daya alam hayati untuk jangka pendek dan jangka panjang, yang terus menerus dijaga dan dipelihara. Membudidayakan sumber daya alam hayati, selain memberikan manfaat, juga menuntut tanggung jawab manusia. Melalui peradaban, baik itu sengaja, maupun tidak sengaja, manusia membudidayakan dirinya dengan cara mempersiapkan dan menyediakan bentuk dan alat perlindungan terhadap lingkungan. 

Baca Juga: Klasifikasi Sumber Daya Alam

About LUTFIYATUL ULLA

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment


Top