Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

o    Dampak positif adanya PLTN
Dampak positif dari adanya PLTN ini, adalah dapat menghasil kan daya listrik yang cukup besar sehingga dengan pengembngan energy nuklir maka manusia akan semkin mengurangi ketergantungan kepada energy fosil yang mnyebabkan polusi udara. Dan juga PLTN menawarkan keraguan permasalahan pada saat pemakaian beban puncak, karena energy nuklir menghasilkan daya yang sangat besar.
o    Dampak negative adanya PLTN
Reaktor nuklir sangat membahayakan dan mengancam keselamatan jiwa manusia. Radiasi yang diakibatkan oleh reaktor nuklir ini ada dua,yaitu:
1.  Radiasi langsung yaitu radiasi yang terjadi bila radioaktif yang dipancarkan mengenai langsung kulit atau tubuh manusia.
2.     Radiasi tak langsung adalah radiasi yang terjadi lewat makanan dan minuman yang tercemar zat radio aktif, baik melalui udara, air, maupun media lainnya.
Baik radiasi langsung maupun tidak langsung, akan mempengaruhi fungsi organ tubuh melalui sel-sel pembentukannya. Organ-organ tubuhyang sensitive akan dan menjadi rusak. Sel-sel tubuh bila tercemar radioaktif uraiannya sebagaiberikut: terjadinya ionisasi akibat radiasi dapat merusak hubungan antara atom dengan molekul-molekul sel kehidupan, juga dapat mengubah kondisi atom itu sendiri, mengubah fungsi asli sel atau bahkan dapat membunuhnya. Pada prinsipnya, ada tiga akibat radiasi yang dapat berpengaruh pada sel, antara lain:
1.     Sel akan mati.
2.     Terjadi penggandaan sel, pada akhirnya dapat menimbulkan kanke
3.     Kerusakan dapat timbul pada sel telur atau testis, yang akan memulai proses bayi-bayi caca
Masalah lain juga ditimbulkan oleh limbah/sampah   nuklir terhadap tingkat kesuburan tanah limbah/sampah nuklir merupakan semua sisa bahan (padat atau cair) yang dihasilkan dari proses pengolahan uranium, missalnya sisa bahan bakar nuklir yang tidak digunakan lagi, dan bersifat radioaktif, tidak bisa dibuang atau dihilangkan seperti jenis sampah domestic lainnya (sampah organik dan lain-lain.) Sampah nuklir ini harus ditimbun dengan cara yang paling aman. Hal yang saat ini dapat dilakukan oleh manusia hanyalah menunggu sampai sampah nuklir tersebut tidak lagi bersifat radioaktif, dan itu memerlukan waktu ribuan tahun.
Selain itu ada 3 metode lain yang dapat digunakan untuk membuang limbah radioaktif yaitu:
1.  Pengenceran dan penyebaran (Dilute and Disprese): Limbah dengan konsentrasi rendah dilepas keudara, air atau tanah untuk diencerkan atau dilarutkan sampai ketingkat yang am
2.  Penundaan dan Perusakan (Delay and Decay): Dapat digunakan untuk limbah radioaktif dengan waktu paro (half-lives) relatif singkat. Zat-zat tersebut disimpan dalam bentuk cair atau lumpur didalam tangki. Setelah 10-20 kali waktu paronya, zat-zat tersebut mengalami perusakan atau pmbusukan ke tingkat yang tidak berbahaya atau kemudian dapat diencerkan dan disebarkan kelingku
3. Konsentrasi dan Pengepakan (ConcentrationandContainment): digunakan untuk limbah radioaktif yang sangat toksik dengan dengan waktu yang pan Limbah tersebut harus disimpan dalam puluhan, ratusan bahkan ribuan tahun, tergantung dari komposisinya. Zat-zatnya tidak hanya sangat radioaktif tapi juga bersuhu yang sangat panas.

Ada beberapa bahaya lain dari PLTN yang perlu dipertimbangkan, antara lain:
1.  Kesalahan manusia (human error) yang bisa menyebabkan kebocoran, yang jangkauan radiasinya sangat luas dan berakibat fatal bagi lingkungan dan makhluk hidup.
2.   Salah satu yang dihasilkan oleh PLTN, yaitu Plutonium memiliki hulu ledak yang sangat dahsyat. Sebab Plutonium inilah, salah satu bahan baku pembuatan senjata nuklir. Kota Hiroshima hancur lebur hanya oleh 5kg Plutonium.

3.     Limbah yang dihasilkan (Uranium) bisa berpengaruh pada gene Di samping itu, tenaga nuklir memancarkan radiasi radioaktif yang sangat berbahaya bagi manusia.

About Faisal Respatiadi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment


Top